30 September 2021

Perjalanan Naik KA Sri Tanjung Ke Jember

Saya dan ayah pergi ke Jember naik kereta api Sri Tanjung. Harga tiket kereta api Sri Tanjung rp 94 ribu. Saya pesennya di marketplace. Selain harga tiket, ada tambahan biaya administrasi sebesar 7.5 ribu.

Sebelun naik kereta api, saya dan ayah harus melakukan test antigen. Kami melakukan tes antigen sehari sebelum berangkat di stasiun Purwosari. Biaya test antigen 85 ribu. Biaya ini jauh lebih mahal dari test genose.

Di stasiun Purwosari



Pada hari sabtu, saya dan ayah berangkat dari rumah menuju stasiun Purwosari Solo menggunakan Gocar. Semula, rencana kami menggunakan sepeda motor ke stasiun dan dititipkan di sana. 
Karena tarif parkir harian sepeda motor yang dititipkan selama 2 minggu teryata mahal karena sehari tarifnya 20 ribu, maka saya menggunakan gocar.

Tarif gocar dari Pucangan Kartasura 34 ribu, sudah sampai di stasiun Purwoari.

Di kereta api Sri Tanjung sekarang ini saya mendapatkan masker gratis. 
Di dalan kereta api, saya lupa membawa bekal sarapan nasi dari rumah. Jadi saya di kereta api membeli nasi goreng dan minuman coklat panas. 

Harga nasi goreng nya itu rp 25 ribu dan kalau harga cholat panas itu rp 15 ribu. Lumayan mahal ya.

Makan siang di Kereta Api


17 September 2021

Main Lagi Dan Lagi Di Stasiun Gawok

Saya dan ayah pergi ke stasiun Gawok. Sebelum ke  stasiun Gawok ,saya mampir ke masjid karena ayah ingin membuang air kecil. 

Teryata di kamar mandi ada orang.  Lama kami menunggu. Karena kelamaan, akhirnya ayah gak jadi ke kamar mandi. Terus kami langsung ke stasiun Gawok.

Di stasiun Gawok saya melihat kedatangan kereta api Kahuripan, kereta api Bandara Bias dan KRL. Ternyata, penumpang kereta api tersebut tidak banyak.

taman di stasiun gawok


20 August 2021

Vaksinasi di Klaten

Saya mengantar ayah untuk mengikuti vaksinasi di rumah sakit umum pusat (RSUP) dr. Soeradji Tirtonegoro yang berada di kabupaten Klaten. Jadwal vaksin dimulai jam 8 selesai jam 9 pagi. Kami berangkat dari Kartasura jam 7 pagi. Lokasi vaksin cukup jauh. Kalau melihat googlemaps, jaraknya sekira 27 km. Jadi, harus berangkat awal. Kuatir nantinya terlambat.

Kami menempuh perjalanan melalui jalan raya Solo-Jogjakarta. Setelah belasan menit, kami mampir ke pom bensin untuk mengisi bensin. Kami ke kamar mandi. Lalu perjalanan dilanjutkan. Ternyata perjalanannya cukup jauh. Berulang kali ayah melihat google maps untuk mengetahui seberapa jauh jalan yang masih akan ditempuh.

vaksinasi di Klaten



Mendekati jam 8 pagi, kami tiba di RSUP dr. Soeradji. 

Rumah Sakit dr. Soeradji itu berada setelah melewati alun-alun kota klaten. 
Setelah memarkir motor, kami bertanya ke petugas parkir dimana lokasi tempat vaksin. Petugas parkir memberi tahu dengan menunjukkan arahnya. Lalu kami menuju pintu masuk lokasi vaksinasi.
Sebelum masuk rumah sakit, saya  cuci tangan terlebih dahulu pada wastafel yang berada dekat dengan pintu masuk. 

Ada petugas perempuan yang berjaga di sana. Ibu itu memberikan kertas untuk diisi lebih dahulu.
Setelah ayah mengisi kertas tersebut, lalu dibawa ke lokasi vaksinasi. Lokasi vaksinasi ini berada dibagian tengah gedung di lantai 2. Ayah memberikan kertas yang sudah diisi tersebut pada petugas yang berjaga di depan tangga lantai 2.

Ayah naik ke lantai 2 dan saya menunggu di lantai satu.

Kira-kira satu jam saya menunggu ayah. Selesai vaksin, terus kami pulang. Sebelumnya kami makan lebih dahulu karena lapar.

antrian vaksinasi di Klaten



05 August 2021

Belanja Di Supermarket Assalam Dan Melihat Kuda

 "Saya dan ayah pergi ke toko Assalam untuk membeli buah buah an saya di Asslam parkir sepeda motor parkir nya gratis lalu saya melihat kuda di Assalam habis melihat kuda saya lansung belanja di supermarket Assalam"
(setelah diperbaiki dengan dibimbing sama ayah)

Saya dan ayah pergi ke supermarket Assalam untuk membeli buah-buahan. Saya di Assalam memarkir sepeda motor. Parkirnya gratis.Lalu saya melihat kuda di Assalam. 

Di belakang tempat parkir ada area atau lapangan yang dipagar dengan kayu. Area ini cukup luas dan berumput. Di dalam area ada 3 ekor kuda. Saya mendekati seekor kuda. Saya mencoba mengelus kepala kuda. Ternyata, kudanya lari. Mungkin, dia takut.
 
Kuda di supermarket Assalam


Di sebelah area atau lapangan ini, ada kandung kuda. Jumlahnya ada 9 kandang dan ditiap kandang ada kudanya. Kuda yang berada di dalam kandang berukuran lebih besar, mungkin ini kuda dewasa. Berbeda dengan yang ada di lapangan, karenanya ukurannya lebih kecil.

Kuda yang ada di kandang ternyata lebih mudah untuk didekati. Saya mengusap kepala beberapa ekor kuda yang ada di kandang ini.

Selesai puas melihat kuda dan mengusap kepala kuda, saya melanjutkan berbelanja di supermarket Assalam.

Mengusap kepala kuda di Assalam



Sebelum masuk supermarket, saya cuci tangan terlebih dahulu. Baru kemudian masuk.
Di pintu ada 2 orang satpam. Seorang diantaranya memegang termogun. Dia mengukur suhu badang saya dengan cara mendekatkan termogan ke pergelangan tangan. Hasil pengukuran, suhu badan saya 35 derajat C. Saya diperbolehkan masuk.

Ruangan supermarket Assalam luas. Dibagian depan setelah pintu masuk, terjejer stand untuk penjualan buku, baju, mobil. furniture, perlengkapan sholat dan pernak-pernik kerajinan tangan.
Melewati stand-stand ini, saya masuk ke bagian supermarketnya. Di bagian ini ada seorang satpam dan ada deretan keranjang belanja.

Saya mengambil sebuah keranjang belanja dan melanjutkan ke bagian buah-buahan yang berada di paling belakang supermarket.

Di bagian buah-buah ini, udaranya lebih dingin dikarenakan banyak lemari yang diberi pendingin. Dibagian buah ini, saya memilih buah anggur. Kebetulan ada diskon cukup besar. Anggur biasanya harganya 46 ribu/kg, bahkan pernah 55 ribu/kg, sekarang dijual 39 ribu/kg.

Kandang kuda di Assalam


30 July 2021

Sore Hari Ke Stasiun Gawok

 "Saya dan ayah pergi ke stasiun Gawok pada sore hari .saya diturunka sama ayah di stasiun Gawok dan ayah melanjudkan ke pasar deka stasiun stasiun Gawok itu sepi karena masa ppkm darurar saya cuman melihat 1 kereta api yaitu kereta api bandara bias"
(setelah dibimbing sama ayah)


Saya dan ayah pergi ke stasiun Gawok pada sore hari. Saya diturunkan sama ayah di stasiun Gawok dan ayah melanjutkan ke pasar dekat stasiun.

Stasiun gawok sore hari
Kereta Api Bandara Bias datang

Saat itu stasiun Gawok itu sepi karena masa PPKM darurat, eh sekarang namanya PPKM level 4.
Belasan menit menunggu kereta api, ternyata tidak ada yang lewat. Apa karena karena sore ya? Berbeda dengan pas datang pagi hari. Kalau pagi hari, kereta api yang lewat banyak.

Saya duduk-duduk saja. Saya melihat sekeliling. Sore hari ini sepi. Biasanya kalau siang ada pekerja di kereta api yang membangun tempat pemberhentian kereta di bagian tengah stasiun.
Menjelang maghrib ada kereta yang lewat yaitu kereta api Bandara Bias. Hanya satu kereta itu yang saya liat.

Azan maghrib berlalu, dan kamipun pulang.

Dalam perjalanan pulang, di arah barat kami sempat berhenti. Langit berwarna merah dan terlihat gunung #Merapi dan gunung #Merbabu. Sungguh pemandangan yang sangat indah pada sore hari itu.

pemandangan gunung merapi merbabu
Gunung Merapi dan Merbabu dilihat dari Kartasura



28 July 2021

Lewat Jalan Lain ke Stasiun Gawok

"Saya dan ayah pergi ke stasiun Gawok saya dari rumah melewati jalur yang berbeda dari pada jalan biasa nya yaini saya melewati jalan dekat lapangan ngemplak kartasura untuk menuju stasiu Gawok.

Di stasiun Gawok saya diturunkan di stasiun dan ayah lanjud ke pasar dekat stasiun Gawok"

(setelah diperbaiki bersama ayah)

Saya dan ayah pergi ke stasiun Gawok. Saya dari rumah melewati jalur yang berbeda dari jalan biasanya. Saya melewati jalan dekat lapangan Ngemplak kKartasura untuk menuju stasiu Gawok.

Biasanya, pas perempatan lapangan Ngemplak, saya belok kiri yakni jalan ke arah Tugu Mayang. Nah, sekarang saya jalan lurus melewati lapangan Ngemplak.

Dalam perjalanan di sini, saya melewati persawahan. Ada juga tumpukan sampah dalam jumlah banyak yang berjejer di pinggir sawah. Sampah ini menimbulkan bau menyengat. Apalagi ada bangkai tikus. Baunya tercium meskipun saya naik motor.

Tiba di stasiun Gawok saya diturunkan di depan stasiun. Ayah lanjut ke pasar dekat stasiun Gawok.

persawahan kartasura


24 July 2021

Mencari Informasi Tentang Vaksinasi Covid19

"Saya dan ayah mencari informasi vasinasi pertama saya ke puskesmas kartasura menanyakan vaksinasi ternyata gak bisa terus saya nya lagi ke polsek kartasura ternyata di polsek kartasura juga gak bisa"

(Setelah dibantu perbaikan isi tulisan sama ayah)

jalan-jalan mencari vaksinasi


Saya dan ayah mencari informasi tentang vaksin covid19. Di rumah, saya, ayah dan dik rani belum divaksin. Baru Bunda yang sudah divaksin. 

Saya ingin divaksin karena setelah divaksin, saya lebih terlindungi dari virus Corona. Untuk menjaga dari serangan virus corona, saya rutin mengkonsumsi vitamin dan makan buah supaya kekebalan tubuh meningkat. Kalau sudah divaksin, saya lebih leluasa bila ingin naik kereta api, misalkan naik KA dengan tujuan ke Jember.

Pertama kali, saya dan ayah mengunjungi kantor desa Pucangan. Siapa tahu ada informasi di sana. Karena, kemaren saya melihat ada kegiatan vaksinasi di balai desa Pucangan. Ternyata, setelah sampai di balai desa, kok sepi ya. Akhirnya, saya menuju ke polsek Kartasura. Polsek ini ada di seberang jalan pasar Kartasura. 

Informasi dari Bunda yang didapatkan di sosial media bahwa kantor kepolisian, Polres dan polsek di seluruh Indonesia mengadakan vaksinasi tanpa mensyaratkan KTP tempat tinggal wilayah. Jadi, saya yang berasal dari Bondowoso bisa melakukan vaksinasi di Kartasura sini.

Dalam perjalanan ke Polsek Kartasura di jalan Solo-Jogja, kami melewati puskesmas Kartasura. Di halaman puskesmas tersebut, kami lihat banyak berjejer kursi. Mungkin saja itu deretan kursi untuk program vaksinasi. Karena penasaran, kami berhenti dan   menanyakan ke bagian informasi.

Dijelaskan oleh om yang berjaga di meja informasi bahwa program vaksinasi untuk warga desa Pucangan, tempat saya tinggal, akan menunggu surat undangan dari desa. 

Dari  puskesma Kartasura, saya menuju ke polsek Kartasura melewati tugu Kartasura. Tiba di polsek, kami parkir sepeda motor. Kondisi polsek tidak ramai. Ada seorang petugas parkir dan beberapa orang duduk di kursi.

Kamipun bertanya ke petugas parkir. Petugas parkir itu menyarankan untuk mencari informasi kepada 3 orang polisi yang sedang ngobrol sambil duduk bangku dekat deretan motor yang diparkir.
Ketiga polisi tersebut memberi informasi bahwa polsek Kartasura tidak mengadakan program vaksinasi.

Akhirnya kamipun pulang melewati pasar Kartasura dan tidak lupa membeli pepaya.
 

Naik KA Sri Tanjung Dari Solo Ke Jember

Saya dan ayah pergi ke Jember mengunakan kerata api Sri tanjung. Sebelun naik kereta api Sri Tanjung saya dan ayah melakukan tes antigen . S...