Showing posts with label Kereta Api. Show all posts
Showing posts with label Kereta Api. Show all posts

10 February 2022

Naik KA Sri Tanjung Dari Solo Ke Jember

Saya dan ayah pergi ke Jember mengunakan kerata api Sri tanjung.

Sebelun naik kereta api Sri Tanjung saya dan ayah melakukan tes antigen .

Sebelum tes antigen juga cetak tiket terlebih dahulu kemudian antigen. Sebelum antigen harus menunjukan sertifikat vaksin minimal dosis pertama, saya dan ayah ke stasiun Purwosari saat hujan tapi tidak deras .

tes antigen di purwosari

Keesokan harinya, saya dan ayah ke stasiun Purwosari menggunakan gocar dan sebelum masuk stasiun, saya wajib menunjukan hasil vaksin dan antigen dan juga tiket kereta api saya dan ayah menunggu kereta api di stasiun selama kurang lebih setengah jaman .

Di kereta api Sri Tanjung, saya dan ayah duduk di kereta ekonomi gerbong5 dan sekarang beda dengan pas saya naik kereta bulan september tahun 2021. Pas saya naik pafa tahun 2021 masih agak sepi dan yang kemarin sudah mulai ramai penumpang.

Di kereta api Sri Tanjung, saya juga membeli coklat panas dan teh hangat. Setelah sampai di stasiun Surabaya Gubeng, kereta api Sri Tanjung putar lokomotif untuk ke arah Banyuwangi.

naik KA Sri Tanjung


KA Sri Tanjung






17 September 2021

Main Lagi Dan Lagi Di Stasiun Gawok

Saya dan ayah pergi ke stasiun Gawok. Sebelum ke  stasiun Gawok ,saya mampir ke masjid karena ayah ingin membuang air kecil. 

Teryata di kamar mandi ada orang.  Lama kami menunggu. Karena kelamaan, akhirnya ayah gak jadi ke kamar mandi. Terus kami langsung ke stasiun Gawok.

Di stasiun Gawok saya melihat kedatangan kereta api Kahuripan, kereta api Bandara Bias dan KRL. Ternyata, penumpang kereta api tersebut tidak banyak.

taman di stasiun gawok


30 July 2021

Sore Hari Ke Stasiun Gawok

 "Saya dan ayah pergi ke stasiun Gawok pada sore hari .saya diturunka sama ayah di stasiun Gawok dan ayah melanjudkan ke pasar deka stasiun stasiun Gawok itu sepi karena masa ppkm darurar saya cuman melihat 1 kereta api yaitu kereta api bandara bias"
(setelah dibimbing sama ayah)


Saya dan ayah pergi ke stasiun Gawok pada sore hari. Saya diturunkan sama ayah di stasiun Gawok dan ayah melanjutkan ke pasar dekat stasiun.

Stasiun gawok sore hari
Kereta Api Bandara Bias datang

Saat itu stasiun Gawok itu sepi karena masa PPKM darurat, eh sekarang namanya PPKM level 4.
Belasan menit menunggu kereta api, ternyata tidak ada yang lewat. Apa karena karena sore ya? Berbeda dengan pas datang pagi hari. Kalau pagi hari, kereta api yang lewat banyak.

Saya duduk-duduk saja. Saya melihat sekeliling. Sore hari ini sepi. Biasanya kalau siang ada pekerja di kereta api yang membangun tempat pemberhentian kereta di bagian tengah stasiun.
Menjelang maghrib ada kereta yang lewat yaitu kereta api Bandara Bias. Hanya satu kereta itu yang saya liat.

Azan maghrib berlalu, dan kamipun pulang.

Dalam perjalanan pulang, di arah barat kami sempat berhenti. Langit berwarna merah dan terlihat gunung #Merapi dan gunung #Merbabu. Sungguh pemandangan yang sangat indah pada sore hari itu.

pemandangan gunung merapi merbabu
Gunung Merapi dan Merbabu dilihat dari Kartasura



22 July 2021

Main di Stasiun Gawok Di Masa PPKM Darurat

"Saya dan ayah  pergi ke stasiun Gawok pada hari sabtu  kemarin sebelum ke stasiun Gawok saya mampir ke masjid karena ayah kepingin membuan air kecil di masjid di stasiun Gawok saya melihat kereta api Sri tanjun Kahurpa dan Krl"

Pengumuman stasiun Gawok


(Setelah diajarin ayah lebih dari satu jam. Penggunaan tanda baca seperti titik dan koma, aturan huruf besar dan kecil, dan mengingat-ingat selama di stasiun. Jadi tulisan di bawah ini)

Saya dan ayah  pergi ke stasiun Gawok pada hari sabtu  kemarin.

Sebelum ke stasiun Gawok, saya mampir ke masjid karena ayah kepingin membuang air kecil. Masjid ini dekat dengan stasiun Gawok.

Setelah dari masjid, Ayah menurunkan saya di depan tangga stasiun Gawok. Ayah meninggalkan saya karena ingin belanja sayur.

Ternyata, tidak ada penjaga stasiun Gawok seperti biasanya. Kok sepi ya, batin saya.
Saya terus berjalan ke arah kanan, atau sebelah selatan stasiun. Ada tempat parkir dan taman di sini. Di taman ini, saya berdiri menunggu kereta api lewat.

Taman stasiun Gawok ini memanjang ke selatan, kira-kira 40 meter panjangnya dan lebarnya 10 meter.

Di taman ini ada pohon pinus loh. Jumlahnya ada 18 belas pohon. Ada juga tumbuhan yang berbunga. Saya tidak tahu nama tumbuhan itu. Bunganya berwarna kuning. Tumbuhan ini ditanam di atas tanah. Kira-kira tingginya 1 meter.

Tidak berapa lama, kereta api datang dari arah Jogjakarta atau arah selatan. Kereta api itu namanya KA Sri Tanjung. Ada 7 gerbong dan ternyata tidak banyak penumpangnya.

Setengah jam kemudian datang KA Kahuripan dari arah Jogjakarta. KA Kahuripan ini berangkat dari stasiun Bandung. Tiba di stasiun Gawok jam 10-an.

Stasiun Gawok yang sepi



Sepuluh menit kemudian datang KRL dari Solo ke arah Jogja. KRL ini berhenti di stasiun Gawok untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. Tidak ada penumpang yang turun. Ada 2 penumpang yang naik. Kondisi gerbong KRL, saya lihat sepi.

Satu jam berada di stasiun Gawok, ayah datang dan mengajak pulang. Sebelum pulang, saya melihat papan pengumuman yang berisi syarat penumpang yang diperbolehkan naik KRL.

Ternyata selama PPKM Darurat, peraturan penumpang KRL lebih ketat. Hanya penumpang yang bekerja di sektor esensial dan sektor kritikal dan menunjukkan surat kerja yang boleh naik KRL.

20 June 2021

Main ke Stasiun Gawok Dan Purwosari

 Saya dan ayah jalan-jalan memutari kota Solo dengan naik sepeda motor.  Pertama saya ke Indomart untuk mengambil uang.  Kemudian ke JNE untuk mengirim paket ke Situbondo. Ada seorang petugas JNE yang melayani.  

Ayah bilang, " Dikirim dengan paket OKE". Petugas JNE bertanya," Siapa nama pengirimnya?". Terus ayah menjawab.                                                                                                                                            

Setelah dari JNE kami menuju ke pom bensin di seberang jalan Superindo di jalan Slamet Riyadi. Ayah mengisi BBM pertalite sebesar 15 ribu.                                                                                                        

Setelah mengisi bensin saya ke stasiun Gawok. Kurang lebih 10 menit tiba di Stasiun Gawok. Oh ya, sebelum ke stasiun Gawok, kami ke masjid terlebih dahulu, karena ayah ingin buang air kecil.  Agak lama di masjid karena masih menunggu orang yang berada di kamar mandi. Ternyata orang tersebut mandi. Dia keluar dari kamar mandi dengan membawa handuk. Pantas saja lama di kamar mandi.                                                   

Setelah dari masjid, kami ke stasiun Gawok yang berada tidak jauh dari masjid, kira- kira sejarak 100 m.               

Ayah memarkir motor di depan stasiun Gawok. Saya naik ke stasiun melewati jalan depan yang bertingkat. Di pintu masuk, ada petugas stasiun yang biasa saya lihat. Terus saya menyapanya dan menanyakan jadwal kereta api. Petugas kereta menjawab, " Tidak tahu kereta jarak jauh".                                                             

Terus saya berjalan ke samping stasiun untuk melihat kereta api yang melintas. Ada 4 kereta yang melintas, yaitu KA Ranggajati, 2 kKRL, dan kereta bandara.                                                                     

Cukup lama saya berada di stasiun. Setelah azan zuhur, kami melanjutkan perjalanan ke tempat yang lain yakni makan mie ayam dan melihat perumahan Babussalam.                                                            

Makan mie ayam dan minum es teh di pertigaan jalan. Di tengah jalan ada spanduk perumahan Babussalam. Ayah menghubungi bagian pemasaran perumahan Babussalam. Di warung mie ayam juga ada musiknya. Om nya menyetel lagu Didi Kempot.

Setelah makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke PKBM melewati jalan Mayang. Lokasi PKBM ada di dekat stasiun Purwosari.

Ternyata, ada kemacetan di perempatan patung Mayang karena ada kereta api yang melintas.  Saya kira, macetnya pertempatan jalan ini hanya pas sore saja.Ternyata setiap kali ada kereta api melintas, pasti macet. Padahal kereta api melintas dalam satu jam terhitung sering, apalagi pada masa sebelum pandemi atau situasi normal.

19 May 2021

Stasiun Gawok

Saya dan ayah melihat kereta api di Stasiun Gawok. Saat pagi hari di Stasiun Gawok, saya milihat kereta api KRL jurusan Solo Jogja.

Saya melihat bangunan Stasiun Gawok yang cukup bagus dan rapi. Di Stasiun Gawok itu banyak sekali kereta api melintas terus karena menjadi jalur utama kereta api di daerah selata pulau Jawa.  Saya juga banyak merekam.

Kereta api yang melintas di Stasiun Gawok ada kereta api bandara dan ada kereta api Bangunkarta.

Stasiun Gawok






02 May 2021

Main Di Stasiun Gawok

 Aku dan ayah melihat kereta api di Stasiun Gawok. 

Saat pagi hari di Stasiun Gawok, aku melihat kereta api KRL jurusan Solo-Jogja. 

Aku melihat bangunan Stasiun Gawok yang cukup bagus dan rapi, di Stasiun Gawok itu banyak sekali kereta api melintas terus, karena menjadi jalur utama kereta api di daerah Selatan Pulau Jawa. 

Aku juga banyak merekam. 

Kereta api yang melintas di Stasiun Gawok, ada kereta api bandara dan ada kereta api Bangunkarta.










27 April 2021

Bermain ke Stasiun Jember

Hari itu, aku dan dan ayah ke Stasiun Jember. Perjalanan dari rumah ke Stasiun Jember membutuhkan waktu 50 menit. 

Tiba di Stasiun Jember, aku bermain di ruang tunggu. Ayah menunggu di masjid Stasiun Jember.

Stasiunnya sepi karena saat pandemi sekarang ini gak banyak orang bepergian keluar kota. Aku bersama ayah menanyakan kerera api dengan tujuan ke Solo. Penjelasan dari petugas, untuk naik kereta api Sri Tanjung, penumpang harus melakukan rapid test lebih dahulu karena perjalanan antar kota dan antar propinsi. Sedangkan, penumpang kereta api Tawang Alun, kereta api Probowangi, dan kereta api Pandanwangi, penumpang tidak perlu melakukan rapid test. Ketiga jenis kereta api ini hanya beroperasi dalam satu propinsi Jawa Timur.

Di stasiun Jember, ada kereta api Ranggajati tujuan  Cirebon dan kereta api Logawa tujuan Purwokerto. Kedua kereta api ini tidak beroperasi di masa pandemi.

Oh ya, aku di stasiun Jember bertemu penumpang pebisnis (aku manggilnya mas) yang mau naik kereta api Probowangi ke Banyuwangi. Masnya bertanya ke aku, "Kalau naik kereta api probawangi harus rapid test apa tidak?".

Aku di stasiun duduk di ruang tunggu sambil menunggu kereta api Pandanwangi datang. Ternyata gak kereta api Pandanwangi tidak datang. Aku sudah dipanggil Ayah kerena ada rencana pergi ke tempat lain. 

04 April 2021

Mengantar Bunda ke Stasiun Jember

Saya mengantar bunda ke stasiun Jember.

Pada pagi hari, saya, ayah dan bunda berangkat dari bondowoso sekitar jam 08 .00 pagi dan sampai di stasiun Jember sekitar jam 0900. 

Saya membantu bunda  membawa barang bawaan karena barang yang dibawa banyak.  

Stasiun Jember


Di stasiun ada petugas penggangkut barang atau porter. Jadi kalau membawa barang banyak gak begitu repot dan berat karena ada yang membantu.

Saya bersama ayah menunggu kereta di ruang tunggu atau di teras stasiun. 

Setelah kereta api  Sri Tanjung datang, saya memvideokan kereta api yang akan bunda naiki tersebut yaitu kereta api Sri Tanjung . 

Penumpang yang menaiki kereta api Sri Tanjung agak ramai. Tidak lama kemudian kereta api  Sri Tanjung berangkat dari stasiun Jember jam 09.32. Kereta berangkat tetap waktu.

Menunggu di stasiun jember


Naik KA Sri Tanjung Dari Solo Ke Jember

Saya dan ayah pergi ke Jember mengunakan kerata api Sri tanjung. Sebelun naik kereta api Sri Tanjung saya dan ayah melakukan tes antigen . S...